;

Histats Statistic

<-! Histats.com (div dengan counter) -> < div id = "histats_counter" > <-! Histats.com MULAI Histats.com END ->

Sabtu, 09 Maret 2013

APA ARTI HIDUP (3)

Sabtu, 09 Maret 2013

قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِندِي أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِن قَبْلِهِ مِنَ القُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعاً وَلَا يُسْأَلُ عَن ذُنُوبِهِمُ الْمُجْرِمُونَ
Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka (QS.28:78)

Sahabat, manusia umumnya gemar menumpuk atau menimbun harta. Namun mungkin tak pernah disadari bahwa harta mereka yang hakiki. Harta hakiki adalah yang disuguhkan pada kebaikan, yang habis ditunaikan dijalan Allah swt.

Banyak orang berlomba-lomba mencari harta dan menabungnya untuk simpanan di hari tuanya. Menyimpan harta tentunya tidak dilarang selagi ia mencarinya dari jalan yang halal dan menunaikan apa yang menjadi kewajibannya atas harta tersebut, seperti zakat infaq dan nafkah yang wajib.

Namun ada tabungan yang jauh lebih baik dari itu, yaitu amal ketaatan dengan berbagai bentuknya yang ia suguhkan untuk hari akhir nanti. Sebuah hari, dimana waktu itu tidak lagi bermanfaat adanya harta, anak, dan kedudukan. Yang bermanfaat hanyalah record amalan dengan parameter dasar dan keikhlasan.

Harta memang membuat silau para pecintanya dan membius mereka sehingga seolah harta segala-galanya. Tak heran jika banyak orang menempuh cara yang tidak dibenarkan oleh syariat dan fitrah kesucian seperti korupsi, suap, menipu dan bahkan mencuri. Padahal betapa banyak orang bekerja namun ia tidak bisa mengenyam hasilnya. Tidak sedikit pula orang menumpuk harta namun belum sempat ia merasakannya, kematian telah menjemputnya sehingga hartanya berpindah kepada orang lain. Orang seperti ini jika tidak memiliki amal kebaikan maka ia rugi di dunia dan di akhirat. Sungguh betapa sengsaranya. Maksud hati ingin hidup 1000tahun apadaya takdir menjemput dimasa kesuksesannya.

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَاباً وَخَيْرٌ أَمَلاً
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (QS.18:46)

مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ وَمَا عِندَ اللّهِ بَاقٍ وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُواْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS.16 : 96)

Kasih sayang Allah Swt terhadap hamba-Nya begitu luas. Kalau saja orang kafir dan ahli maksiat di dunia ini masih selalu diberi rizki oleh Allah Swt, padahal mereka berada di atas kesesatannya, MAKA tentunya orang yang beriman dan beramal shalih akan mendapatkan berbagai limpahan nikmat dan karunia-Nya di dunia ini, serta terus bersambung hingga di hari kiamat nanti.

Tentunya yang menjadi kunci adalah Ihtiar dan Doa. Sehingga Allah tidak segan mengalirkan rizki yang Halal, cukup dan berkah untuk hamba beriman. Sedangkan untuk orang kafir dan ahli maksiyat hanya akan menambah kesesatannya.

مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS.16:97)

Orang yang menggabungkan antara iman dan amal shalih akan Allah Swt beri kehidupan yang baik di dunia ini, berupa tentramnya jiwa dan rizki yang halal lagi baik. Adapun di akhirat kelak, dia akan memperoleh berbagai kelezatan yang mata belum pernah melihatnya, telinga belum pernah mendengarnya, dan belum pernah terbetik dalam hati manusia. Itulah bentuk luasnya cinta Allah Swt di akherat dengan dilipatgandakannya pahala amalan. Dan hanya berlaku untuk hamba beriman.

مَن جَاء بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَن جَاء بِالسَّيِّئَةِ فَلاَ يُجْزَى إِلاَّ مِثْلَهَا وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ
Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). (QS.6:160)

‘Aisyah RA pernah menuturkan bahwa dahulu sahabat menyembelih kambing, maka Nabi Saw bertanya: “Apa yang masih tersisa dari kambing itu?” ‘Aisyah berkata: “Tidak tersisa darinya kecuali tulang bahunya.” Nabi Saw bersabda: “Semuanya tersisa, kecuali tulang bahunya.” (HR. At-Tirmidzi).

Maksudnya, apa yang kamu sedekahkan maka itu sebenarnya yang kekal di sisi Allah Swt dan yang belum disedekahkan maka itu tidak kekal di sisi-Nya.

Wahai sahabat, gunakanlah waktu yang sempit dan umur yang misterius didunia ini. Lekas konversikan harta dalam bentuk amalan kebaikan. Utamakanlah mengisi tabungan untuk Akherat dibandingkan dunia, agar kita beruntung di kehidupan yang abadi kelak.

TULISAN BERJALAN INI SILAHKAN DIISI DENGAN PESAN ANDA

Alwafi Fauzi - 00.07
MASUKKAN TOMBOL TWEET DISINI

0 komentar:

Poskan Komentar